Cara Memilih Ukuran Sepeda Balap Part 1 : Posisi Sadel Terhadap Bottom Bracket

Setelah setahun lebih akhirnya baru saya mempelajari lebih pada soal geometri sepeda, dan efeknya terhadap menentukan ukuran sepeda. Sering gw dengar menggunakan tinggi aku 175 centimeter, gw wajibbeli sepeda berukuran M, atau menggunakan top tube 50-52 cm. Sepeda yang kinigw punya ukuran S, akan tetapi berukuran toptube 52, lalu bedanya apa dengan berukuran M?

Saya mengikuti event Krakatau Gran Fondo beberapa hari yang lalu, dan gw baru mencicipi sepeda gw terlalu “agresif” buat tipe gowes sepanjang 136 km. Posisi gw terlalu menunduk, walaupun stem telah aku tinggikan posisinya. Posisi ini menciptakan pinggang saya sakit sepanjang 100 km, cuma nyaman buat 30 km pertama.Geometri Ridley FenixGeometri Cervelo R2

Melihat tabel geometri berdasarkan beberapa merek ini, saran gw pada menentukan ukuran sepeda adalah lihat dulu Seat Tube Angle. Sudut ini merupakan sudut dimana saddle anda akan berada nisbi terhadap bottom brcaket.

Seat tube angle ini menentukan seberapa jauh di belakang bottom bracket (gowesan) anda akan duduk.  Dalam tabel cervelo, seluruh ukuran memiliki sudut yg sama 73 derajat, & Ridley membedakan berdasarkan 75 s/d 72 derajat (jangan lupa 90 derajat merupakan vertikal).

Lalu kenapa krusial sekali buat memilih seberapa jauh sadel anda pada belakang bottom bracket (BB), lantaran ini akan memilih titik ekuilibrium anda pada sepeda, dan semakin jauh menurut titik keseimbangan anda, semakin anda akan menderita pada sepeda anda.

Yang anda harus lakukan ketika menentukan ukuran sepeda adalah dengan mencoba sepeda menggunakan indoor trainer, kemudian sambil anda gowes, cobalah buat mengangkat tangan anda dari handle bar sembari perlahan menuju posisi tegak. Cobalah buat melakukan tes ini beberapa kali, dengan tujuan mencari posisi duduk menggunakan beban pada tangan yang paling ringan.

Untuk meringankan beban pada tangan caranya merupakan memundurkan posisi sadel di sepeda. Fungsi tangan kita pada sepeda adalah buat menyetir, bukan menahan beban. Jadi jika anda  gowes kinimerasa tangan anda pegal, bahu anda kesemutan, tandanya posisi sadel / seat tube angle anda nir pas buat badan anda.

Posisi yang paling sempurna merupakan anda hanya memakai SEDIKIT saja beban dalam tangan anda. Jangan pula menghilangkan beban di tangan, lantaran jika terlalu banyak beban di belakang berbahaya waktu menanjak terjal, anda bisa terguling ke belakang. Sedikit saja beban pada tangan telah relatif.

Kalau kesulitan merasa kesulitan dengan tes ini JANGAN MEMAJUKAN POSISI SADDLE anda, lantaran itulah jebakan betmen pertama pada memilih berukuran sepeda. Ini sering dilakukan di toko sepeda, supaya anda “terlihat” pas ukuran menggunakan sepeda anda.Posisi gowes seperti menggunakan posisi squat. Bokong mundur & ketua maju buat ekuilibrium. Gambar diambil dari Huffington PostPosisi maju – mundur sadel adalah keliru satu hal yang TERAKHIR pada fitting, bukan yg paling awal.

Saat squat, kita perlu memundurkan sebagian badan agar permanen seimbang, begitu pula dengan posisi gowes, sebagian badan wajibkita mundurkan supaya bisa seimbang tanpa perlu memegang handle bar.

Diterbitkan sang anggaprasetyapakpahan

Father, Entrepreneur, Cyclist.Lihat seluruh pos menurut anggaprasetyapakpahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *