Komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata kembali ditegaskan oleh Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Lampung Tengah dari Partai Gerakan Rakyat melalui peluncuran program strategis bertajuk “Satu Keluarga, Satu Sarjana.” Program ini diumumkan dalam forum konsolidasi yang digelar di Sekretariat DPD di wilayah Yukum Jaya pada Minggu (15/2/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus dari 28 kecamatan se-Lampung Tengah.
Peluncuran ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi titik awal gerakan sistematis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya keluarga yang selama ini terkendala faktor ekonomi. Program tersebut dirancang sebagai solusi konkret atas persoalan klasik: tingginya biaya pendidikan yang kerap mengubur mimpi anak-anak berprestasi di daerah.
Pendidikan sebagai Motor Penggerak Perubahan Sosial
Ketua DPD PGR Lampung Tengah, Ahmad Muklis, menekankan bahwa pendidikan tinggi adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.
Melalui program ini, partai ingin memastikan bahwa minimal satu anak dalam setiap Kartu Keluarga memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan strata satu (S1). Gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa satu sarjana dalam keluarga dapat menjadi katalis perubahan ekonomi dan sosial.
Ketika satu anggota keluarga berhasil meraih gelar sarjana, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga memperluas peluang kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka jalan bagi adik atau generasi berikutnya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi.
Bukan Sekadar Janji, Tetapi Aksi Terukur
Agar tidak berhenti sebagai slogan, program “Satu Keluarga, Satu Sarjana” dilengkapi strategi implementasi yang jelas. Beberapa langkah konkret yang disiapkan antara lain:
- Fasilitasi akses beasiswa bagi keluarga kurang mampu
- Pendampingan akademik dan motivasi belajar bagi siswa SMA sederajat
- Penyediaan informasi dan koneksi ke berbagai perguruan tinggi
- Pendataan keluarga penerima manfaat secara sistematis di tingkat kecamatan
Seluruh ketua DPC di 28 kecamatan menyatakan kesiapan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi keluarga yang layak dibantu. Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Struktur organisasi yang menjangkau hingga tingkat kecamatan memberi keunggulan tersendiri dalam pelaksanaan program. Koordinasi internal yang solid diharapkan mampu memastikan bahwa setiap tahapan berjalan transparan dan akuntabel.
Menjawab Kegelisahan Orang Tua
Bagi banyak orang tua di Lampung Tengah, biaya kuliah merupakan tantangan besar. Tidak sedikit keluarga yang harus mengubur harapan melihat anaknya menjadi sarjana karena keterbatasan ekonomi.
Dalam forum sosialisasi, sejumlah warga menyampaikan harapan besar terhadap program ini. Mereka melihat inisiatif tersebut sebagai peluang nyata untuk mengubah masa depan anak-anak mereka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap akses pendidikan tinggi sangat mendesak. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa program ini menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dirasakan secara luas.
Investasi Jangka Panjang untuk Lampung Tengah
Program “Satu Keluarga, Satu Sarjana” bukan hanya kebijakan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi daerah. Peningkatan jumlah lulusan sarjana akan memperkuat daya saing Lampung Tengah dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, kesehatan, hingga kewirausahaan.
Dalam perspektif pembangunan, peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Tenaga kerja terdidik memiliki kapasitas inovasi yang lebih tinggi dan mampu menciptakan peluang usaha baru.
Lebih jauh lagi, program ini berpotensi memutus rantai kemiskinan antar generasi. Pendidikan tinggi membuka akses terhadap pekerjaan formal dengan penghasilan lebih stabil dan jenjang karier yang jelas. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga dapat meningkat secara signifikan.
Komitmen Kolektif untuk Perubahan
Forum konsolidasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh kader untuk mengawal program hingga benar-benar terealisasi di lapangan. Semangat kolektif tersebut menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berlanjut pada implementasi berkelanjutan.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa peran partai politik tidak hanya sebatas kontestasi elektoral, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Melalui pendekatan yang berbasis solusi, partai berupaya hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
Kini, harapan masyarakat Lampung Tengah tertuju pada konsistensi pelaksanaan program ini. Jika dijalankan dengan integritas, transparansi, dan pengawasan yang ketat, “Satu Keluarga, Satu Sarjana” dapat menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan pendidikan daerah.
Masa depan Lampung Tengah berada di tangan generasi mudanya. Dengan memastikan setiap keluarga memiliki peluang melahirkan seorang sarjana, langkah strategis menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama telah dimulai. Program ini bukan sekadar visi, melainkan ajakan untuk bergerak bersama membangun masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.