INFO
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Refleksi Setahun Gerakan Rakyat: DPW Sulsel Serukan Aksi Nyata untuk Indonesia yang Lebih Setara dan Berkeadilan

Eka

Eka

Author

calendar_today Feb 26, 2026
schedule 04:29

MAKASSAR – Satu tahun perjalanan Gerakan Rakyat menjadi titik refleksi sekaligus penegasan komitmen. Bukan sekadar menandai usia organisasi, momentum ini dimanfaatkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan untuk memperkuat gagasan dan menyuarakan arah perjuangan melalui dialog publik di Radio Insaniah, yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa (24/2/2026).

Dalam forum bertajuk “Kesetaraan dan Keadilan Sosial Hari Ini dan Masa Depan”, Sekretaris DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Muhammad Zaynur, menyampaikan pesan yang tegas: Indonesia tidak cukup hanya tumbuh, tetapi harus tumbuh secara adil. Pertumbuhan tanpa pemerataan hanya akan memperlebar jurang ketimpangan.

Zaynur menekankan bahwa kesetaraan tidak boleh berhenti sebagai konsep normatif. Dalam realitas bangsa yang majemuk—dengan keragaman suku, agama, budaya, serta latar belakang ekonomi—kesetaraan harus hadir dalam kebijakan yang konkret dan terukur. Hak atas pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah diakses, lapangan kerja produktif, serta kesempatan berusaha yang terbuka luas adalah bentuk nyata dari kesetaraan yang diperjuangkan.

Menurutnya, amanat konstitusi dan nilai Pancasila telah memberikan fondasi yang kokoh. Tantangannya terletak pada implementasi. Kebijakan publik harus benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil, bukan sekadar menguntungkan kelompok tertentu. Jika akses terhadap sumber daya hanya dinikmati segelintir pihak, maka keadilan sosial akan semakin sulit diwujudkan.

Pandangan tersebut sejalan dengan visi yang kerap disampaikan oleh Anies Baswedan, yang menempatkan keadilan sosial sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang maju dan bermartabat. Inspirasi inilah yang, menurut Zaynur, terus menjadi energi moral bagi Gerakan Rakyat dalam merumuskan langkah perjuangan.

Ia menegaskan bahwa keadilan sosial bukan sekadar isu etis, melainkan kebutuhan strategis bagi stabilitas nasional. Ketika masyarakat merasa diperlakukan adil, kepercayaan terhadap institusi negara akan meningkat. Partisipasi publik menguat, dan demokrasi tumbuh lebih sehat. Sebaliknya, ketimpangan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi memicu ketegangan sosial.

Karena itu, DPW Gerakan Rakyat Sulsel mendorong sejumlah langkah prioritas. Penguatan UMKM harus menjadi agenda utama karena sektor ini adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Selain itu, penciptaan lapangan kerja berbasis potensi daerah perlu dipercepat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Distribusi pembangunan yang merata hingga ke pelosok menjadi prasyarat mutlak untuk menghadirkan keadilan yang sesungguhnya.

Dialog yang berlangsung interaktif tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan kritis. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa. Zaynur merespons dengan mengajak mahasiswa dan generasi Z untuk tidak bersikap apatis. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan aktif anak muda.

Kampus, menurutnya, harus menjadi pusat diskusi yang dinamis dan progresif. Di sanalah gagasan diuji, solusi dirumuskan, dan kepemimpinan masa depan dibentuk. Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani idealisme dengan realitas sosial. Tanpa partisipasi mereka, demokrasi akan kehilangan daya dorongnya.

Sebagai bentuk komitmen membuka ruang aspirasi, DPW Gerakan Rakyat Sulsel mengundang civitas akademika untuk berpartisipasi dalam agenda “Vox Populi” dan “Desak Anies” yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 bersama Anies Baswedan. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka, tempat masyarakat dapat menyampaikan gagasan, kritik, dan harapan secara langsung.

Langkah ini mencerminkan keseriusan Gerakan Rakyat dalam membangun komunikasi dua arah. Demokrasi yang sehat menuntut transparansi dan keberanian untuk mendengar suara rakyat. Aspirasi publik bukan ancaman, melainkan fondasi dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan inklusif.

Peringatan satu tahun Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Donasi buku ke perpustakaan di sejumlah wilayah menjadi simbol komitmen terhadap peningkatan literasi. Aksi menanam pohon menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kegiatan berbagi takjil menjadi wujud solidaritas sosial, sementara refleksi hari jadi organisasi menjadi ruang evaluasi untuk memperkuat langkah ke depan.

Semua rangkaian ini menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan dan keadilan sosial bukan sekadar wacana. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Satu tahun mungkin baru permulaan, tetapi arah yang ditegaskan sudah jelas. Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu memastikan setiap warganya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Indonesia yang maju adalah Indonesia yang menghadirkan keadilan sosial sebagai kenyataan, bukan sekadar janji.

Melalui forum dialog, aksi sosial, dan keterlibatan generasi muda, Gerakan Rakyat Sulsel menegaskan tekadnya untuk terus mengawal agenda kesetaraan dan keadilan sosial. Sebab hanya dengan fondasi itulah bangsa ini dapat berdiri kokoh, berdaulat, dan bermartabat di masa depan.

Related Articles